Feeds:
Pos
Komentar

Mengajar memang current jobku, tp sudah bbrp tahun terakhir ini aku tidak mempraktekkannya karena harus menjadi murid lagi dan diajar..tp alhamdulillah sudah 1 semester ini aku diberi kesempatan jd tutor salah satu mata praktikum di school of pharmacy UQ. Tugasnya bukan hanya menjaga praktikum berlangsung, tp jg memberikan introduction ttg experimen utk hari itu kpd mahasiswa, berdiskusi & menjawab semua pertanyaan selama praktikum, mendemonstrasikan cara mengerjakan resep obat, sampai memberikan penilaian akhir pada produk obat hasil praktikum & memberi pertanyaan akhir buat mhsw yg terkadang didebat murid jika terpaksa kuharus memberi nilai zero karena kesalahannya dalam memformulasi obat, menghitung dosis obat & ketidakmampuan menjawab pertanyaan krusial.

Tingkat kesulitannya adalah bukan karena jenis tugas & ilmunya karena memang itu sudah rutinitas di tempatku bekerja, tp lebih kepada cara berkomunikasinya karena menggunakan bahasa inggris (in English) dan harus berbicara dengan beragam murid dari berbagai belahan dunia dengan beragam aksennya. woww…it’s very exciting and jujur saja..it is very difficult for me at first time…sampai akhirnya setelah beberapa kali tatap muka, I am enjoying it…sekarang malah ketagihan, smg msh diberikan kesempatan utk semester depan.

Sebuah pengalaman pertama yg berkesan untukku..

Era baru

Era baru..ya era hidupnya ya era studinya…maklum kerjaannya sementara ini diminta untuk belajar dan belajar..kalau sudah pinter baru mengajar dan mengajar. I love study and being a student..anyway..Cuman bedanya sekarang, di era hidup & studiku ada pendamping baru..a cute little baby..eh bukan.. a little boy..yg raganya masih ditanah air, tp jiwanya sudah ikut diriku disini…(ngayal mode on).

Penambah semangat hidupku, Nabil Ramadhan Ifanjaya, 8 month umurnya. Era studiku terutama akan menjadi smakin semangat sambil menghitung hari menanti saatnya tiba buat memeluknya sepanjang malam (nb: paginya bundanya kudu sekolah)..it’s my life…new journey..everyday..

Nabil, ayah & bunda’09

I am happy now…again I feel happy…and a lot of happiness come to my wonderful life. Maybe only me and ….. who know what’s happening to me now.

Pertanyaan ini sering menghantuiku selama less than 60 days menjelang kepulanganku ke negaraku tercinta setelah 2 tahun 3 bulan aku menimba ilmu disini. Yang terbersit pertama, pastilah sebagai dosen aku akan diminta untuk mempresentasikan hasil studiku disana. That’s not a big problem…..tapi sesudah itu pastilah pertanyaan demi pertanyaan akan datang padaku semisal : apa ilmu atau teknologi baru yang dibawa setelah studi di Australia? bagaimana perbedaan kurikulum di sana dan disini? apa beda proses belajar mengajar disana vs disini? alat2 & bahan praktikum apa saja di lab kita yang perlu ditambahi? bagaimana tata ruang lab disana dan pembagian kelompok praktikan? Bagaimana perilaku mengajar-diajar dari dosen vs mahasiswa disana? Penelitian apa selanjutnya yang bisa dikembangkan disini? dan mungkin segudang pertanyaan lain yang unpredictable.

Apalagi aku adalah seorang farmasis, pastilah timbul pertanyaan seperti: bagaimana kondisi perapotekan disana? bagaiamana peran farmasis di apotek? di RS? di PT? dll. So, sambil aku menyelesaikan thesisku ini, aku berusaha mengumpulkan data-data dan jawaban atas kemungkinan pertanyaan2 itu. Kesiapan menjawab, pastilah harus siap sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada almamater, institusi, bangsa & negara setelah mengenyam studi dengan beasiswa yang memang harapannya adalah setelah selesai studi hendaknya akan lebih memberikan manfaat bagi negara asalnya.

Oleh-oleh untuk keluarga, saudara & teman? Ini juga pertanyaan yang harus dijawab karena termasuk dalam ‘topik’ di atas. Mereka semua pasti akan menagih apa yang kubawa dari luar negeri sebagaimana bayangan mereka bahwa pulang dari LN oleh2nya pastilah belimpah dan terkesan ‘Wah’. Jawabannya juga sudah kupersiapkan seperti si A pasti suka ini, si B pasti mau itu, de el el. I hope they will like it!

Tapi oleh-oleh lain yang tiada bandingnya adalah cerita dan kesan-kesan selama hidup di LN beserta kenangan foto2nya maupun rekaman videonya. Juga yang terpenting, sepulangku nanti akan kubagikan oleh-oleh yang berguna yaitu sharing pengalaman agar bagaimana saudara, tetangga atau teman2ku bisa tergugah semangatnya untuk lebih terpacu dalam belajar sedini mungkin memacu prestasinya agar kelak disaat yang tepat dan dilengkapi usaha yang maksimal serta doa pastinya, Insya Allah akan dapat merasakan bagaimana studi di LN sepertiku dan teman2 lain disini dengan biaya dari beasiswa manapun (karena kalau hanya mengandalkan biaya sendiri ataupun biaya dari orangtua akan sangatlah berat….sepertiku yang hanya memiliki seorang ibu sejak kuliah). Semoga studi ke LN tidak hanya menjadi mimpi semata bagi siapapun terutama bagi saudara & teman2ku, karena kalau kita mau berusaha sejak dini, berdoa, pantang menyerah, Insya Allah selalu ada jalan menuju kehidupan yang lebih baik, misalnya mendapatkan kesempatan studi ke LN. Semoga bermanfaat….

My “second” journey

Berawal pada 9 Januari 2008 lalu ketika my supervisor returning back to UQ. Tujuan awalnya buat nyelesaiin thesis 3 students nya, termasuk diriku. Tujuan lain adalah untuk to say goodbye karena beliau dipercaya oleh perusahaan Astra Zeneca di Sweden buat menjadi salah satu ahli farmasi di pabriknya. Wah, pekerjaan dosen di kedua universitas pun rela dilepasnya.

Sejak 9 Jan’08 inilah perjalanan hidup kedua ku dimulai karena it’s a time to work harder than before for my thesis dan it’s a time to prepare my self to go home to my lovely country, Indonesia soon. Mom, I miss U so much….

Siap ataupun belum memang harus dihadapi. Semoga tepat 74 hari lagi senyum puas akan merekah diwajahku mengantar kepulangan kami berdua. Tak lupa syukur kehadirat-Mu Ya Penciptaku setiap saat dalam suka maupun duka selalu kupanjatkan. Tak sabar sudah kumenanti perjalanan panjang kedua dalam hidupku sesudah masa-masa ini…I’ll be there soon.

Makna New Year 2008

2007 terlewat sudah. Apa yang sudah kuberikan buat keluargaku & sesama? itu mungkin bentuk renungan yang lebih tepat dibandingkan apa yang sudah kudapat di tahun itu?

Bagi diri pribadi, sepertinya sudah cukup banyak yang telah kuberikan dariku dan untukku, tapi bagi keluarga & sesama sepertinya sangatlah sedikit yang telah kuberikan. Masih banyak hal lagi yang bisa kuberikan di tahun 2008 ini Insya Allah jika Sang Khalik masih memberiku umur panjang & kesempatan…

1. Pendamping hidupku (memasuki tahun ketujuh bersamanya), kami berdua tahu apa yang masih belum bisa kami raih. Semoga di tahun ini impian itu bisa terwujud..

2. Orangtuaku, aku selalu ingin memberikan semua yang terbaik yang kumampu buat keduanya walaupun ayahanda mungkin hanya bisa menikmati di dunia sana..

3. Keluarga besarku, doa dan support merekalah yang selalu bisa membuatku tersenyum. Semoga di tahun ini akupun tetap bisa membuat mereka tersenyum lebar..

4. Lingkungan kerjaku, ini yang merupakan satu tahap paling besar yang akan kubuktikan bentuk sumbangsihku di tahun ini. Insya Allah aku segera mengabdi kembali padamu dalam waktu kurang dari 100 hari lagi..

5. Sesama, yang tak bisa kusebut satu persatu…tunggulah apa yang bisa kuberikan di tahun ini.. I will and I have to do everything better than last year….

APSA conference, 8-11 Dec, 2007 di Manly, NSW telah berlalu. Hasilnya cukup memuaskan bagiku seorang pemula. Conference nya terbagi dalam 2 bidang besar yaitu Pharmacy Practice & Pharmaceutical Science. Grup risetku tergolong dalam pharmaceutical science. Di kesempatan ini, aku hanya membawakan presentasi poster. Dari 127 posters, dipilih 30 nominasi posters terpilih versi AUS-CRS chapters untuk di review lebih detail dan Alhamdulillah aku masuk didalamnya. Setelah itu akan dipilh 2 posters terbaik. Sayangnya, kali ini aku belum mendapatkannya.Tuan rumah Univ odf Sydney yang berhasil. Hopefully next time for me….

Pengalaman lain tentulah sisi networkingnya. Merupakan kebanggaan bagiku poster presentasiku dikunjungi oleh para pakar pharmaceutical sciences dari berbagai belahan dunia (sempat mampir juga pertanyaan mereka…).

Sisi lain adalah sight seeingnya donk …MANLY, suburb indah lain di New South wales kedua setelah SYDNEY. Daerahnya tidak terlalu besar, tapi dikelilingi pantai. Lumayan mirip pantai Kuta di Bali cuman lebih windy…

CANBERRA, state yang merupakan pusat pemerintahannya Australia ini sempat kukunjungi juga lho meski cuman sehari. Nyempatin diri berkunjung ke Parliament House, Australia War Museum dan Australian National University (ANU). Juga satu-satunya resto Indo di Canberra namanya “Indo Cafe” sudah sempat kami cicipi.

APSA next year will be on Canberra..Wah sayang ya daku sudah kembali ke tanah air tercinta..